Banyak orang percaya bahwa diabetes hanyalah akibat dari mengonsumsi terlalu banyak makanan manis. Meskipun pola makan tinggi gula berkontribusi pada risiko kesehatan, kenyataannya jauh lebih kompleks. Diabetes tipe 1, misalnya, adalah kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel penghasil insulin, dan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan asupan gula. Sementara pada diabetes tipe 2, faktor genetika, gaya hidup sedenter (kurang gerak), dan usia memainkan peran yang sama besarnya dengan pola makan.
Mitos lain yang sering beredar adalah bahwa diabetes hanya menyerang orang dengan berat badan berlebih. Faktanya, seseorang dengan berat badan ideal atau “kurus” juga bisa terdiagnosa diabetes tipe 2 jika mereka memiliki resistensi insulin atau faktor keturunan yang kuat. Memahami bahwa diabetes adalah penyakit multifaktorial sangat penting agar kita tidak terjebak dalam stigma dan bisa melakukan deteksi dini secara lebih luas. Pendidikan yang tepat mengenai faktor risiko medis memungkinkan masyarakat untuk melakukan pencegahan yang lebih efektif dan ilmiah.